Kalimashada.com

Tangerang ,Kamis. 29/10/2026 - Fifi Indayati, S.Sos, M.Si., Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, menggagas kerja sama pengembangan pariwisata antara Malang Raya dan Bali. Gagasan tersebut berangkat dari penilaiannya bahwa sejumlah destinasi wisata di Malang Raya memiliki potensi besar, tetapi masih menghadapi keterbatasan jaringan promosi dan kolaborasi.

Dalam pandangannya, Bali memiliki pengalaman dalam pengelolaan desa wisata, layanan keramahtamahan (hospitality), dan pengembangan jaringan promosi internasional. Sementara itu, Malang Raya mempunyai potensi wisata alam, budaya, dan desa wisata yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

“Bali sudah sangat matang dari sisi manajemen desa wisata, hospitality dan jaringan promosi internasional. Sementara Malang Raya punya kekayaan alam, budaya dan desa wisata yang otentik. Jika Malang Raya dan Bali bisa bersister city, maka akan terjadi transfer pengetahuan, promosi bersama, dan penguatan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) kita,” jelasnya.

Fifi berharap gagasan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat daya saing destinasi wisata di Malang Raya. Menurut dia, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga memerlukan tata kelola yang profesional, strategi promosi yang efektif, serta keterlibatan masyarakat lokal.

Berharap Menjadi Masukan Kebijakan

Fifi berharap hasil penelitiannya tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengembangan pariwisata.

Ia menilai kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah perlu terus didorong agar pengelolaan destinasi wisata semakin terarah dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Harapan saya, hasil tesis ini tidak hanya berhenti di perpustakaan kampus, tetapi bisa menjadi masukan kebijakan bagi pemerintah daerah untuk berani membuka kerja sama lintas provinsi,” pungkasnya.

Gagasan kerja sama Malang Raya–Bali tersebut masih berupa usulan yang disampaikan Fifi melalui kajian akademiknya. Realisasinya memerlukan pembahasan lebih lanjut serta penjajakan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Penutup.

(Saudi/gondrong)

Kalimashada.com