Kalimashada.com

154044

ACEH SINGKIL — Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh berkolaborasi dengan inisiator lokal sukses menggelar Workshop Kasab Sulam Benang Emas khas Kecamatan Kuala Baru. Kegiatan pelatihan yang diikuti 30 peserta dari kalangan pelajar dan pemudi desa tersebut resmi ditutup pada Minggu (18/10/2026) di Gedung Serbaguna Desa Kuala Baru Laut, Kabupaten Aceh Singkil.

154052

Mengusung tema "Melestarikan Warisan Budaya Melalui Kerajinan Sulam Benang Emas Kecamatan Kuala Baru Kab. Aceh Singkil", pelatihan intensif ini diselenggarakan sebagai langkah konkret mencegah kepunahan seni kriya tradisional di kawasan pesisir sekaligus mendorong regenerasi perajin di kalangan generasi muda.

Inisiator kegiatan, Azwar, S.Sos.I., mengungkapkan bahwa seni kasab atau sulam benang emas saat ini menghadapi tantangan serius akibat minimnya perajin dari kalangan muda. Keahlian menyulam warisan leluhur tersebut mayoritas hanya dikuasai oleh generasi lansia.

"Kasab sulam benang emas bukan sekadar hiasan kain beludru untuk pelaminan atau upacara adat, melainkan identitas budaya dan sejarah masyarakat Kuala Baru. Jika tidak kita ajarkan kepada pelajar dan generasi muda sekarang, seni warisan leluhur ini terancam punah dalam satu dekade ke depan," ujar Azwar.

Selama workshop berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme dan keseriusan yang tinggi. Dipandu langsung oleh para perajin senior lokal, pelatihan ini membuahkan hasil nyata. Para peserta yang sebelumnya belum menguasai teknik dasar kini berhasil mengasosiasikan dan mempraktikkan langsung pembuatan motif sulaman tradisional, seperti motif sulaman kipas-kipas dan berbagai motif khas Kuala Baru lainnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Muspika dan pemerintah setempat, di antaranya Kapolsek Kuala Baru atau yang mewakili, Danramil Kuala Baru atau yang mewakili, serta Kepala Desa Kuala Baru Laut, Umayyah.

Kepala Desa Kuala Baru Laut, Umayyah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas terlaksananya program workshop ini di desanya. Menurutnya, kegiatan edukasi seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap identitas budayanya.

"Kami sangat berterima kasih atas diselenggarakannya workshop ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mendorong generasi muda untuk kembali mencintai warisan budaya. Kami berharap para peserta dapat terus mengenal dan mengembangkan kerajinan tradisional ini, sehingga selain melestarikan budaya, juga mampu membantu menopang perekonomian keluarga," ungkap Umayyah.

Dukungan senada juga disampaikan oleh Penggiat Budaya Aceh Singkil, Amrul Badri. Ia menekankan pentingnya ruang edukasi seni tradisi secara berkelanjutan agar nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga.

"Kegiatan seperti ini harus senantiasa digalakkan kembali agar generasi muda tidak kehilangan arah dan tidak lupa dengan warisan budaya luhurnya sendiri," pungkas Amrul.

(Maksum)

Kalimashada.com
TopikAceh