Kalimashada.com

37537

ACEH SINGKIL — Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil menerjunkan jajarannya ke sejumlah sekolah untuk menjadi pembina upacara bendera pada Senin (3/8/2026). Sebanyak 33 pengurus MAA dan pemangku adat tersebar di 11 sekolah di wilayah tersebut untuk menanamkan nilai-nilai adat dan budaya lokal kepada generasi muda.

37534

Salah satu pengurus MAA, H. Aslym Combih, hadir memimpin upacara di UPTD SMK Negeri 1 Gunung Meriah didampingi pengurus lainnya, Maksum Malau. Kedatangan perwakilan MAA ini disambut hangat oleh kepala sekolah, jajaran guru, hingga para siswa.

Dalam amanatnya, Aslym menekankan pentingnya keseimbangan antara pemahaman teknologi dan etika adat lokal. Ia mengingatkan para siswa agar tidak hanya mengejar keterampilan kejuruan seperti otomotif dan teknik informatika, tetapi juga memelihara sopan santun terhadap guru, orang tua, serta sesama teman melalui pemahaman etika lokal berupa tradisi menyapa (menggekhaken).

Tak hanya itu, Aslym juga mengajak para siswa untuk bangga terhadap keberadaan tokoh besar asal daerah tersebut, Syekh Abdurrauf As-Singkili. Nama ulama besar ini diabadikan dalam simbol integrasi adat dan hukum Islam di Aceh.

"Keduanya tak dapat dipisahkan, sebagaimana pepatah Aceh: Hukom ngon adat lagee zat ngon sifeut, Adat bak Po Teumeureuhom, Hukum bak Syiah Kuala (Abdurrauf As-Singkili)," tegasnya.

Di balik pesan edukatif yang disampaikan, kegiatan ini menyisakan catatan evaluasi penting terkait efektivitas sosialisasi budaya di kalangan pemuda. Saat Aslym melempar pertanyaan mendasar mengenai fungsi dan keberadaan lembaga MAA kepada barisan peserta upacara, tidak ada satu pun siswa yang mampu menjawabnya.

Kondisi tersebut memaksa pembina upacara menjelaskan secara mendadak mengenai profil dan peran MAA. Hal ini menjadi indikator masih rendahnya literasi kelembagaan adat serta pengetahuan budaya daerah di kalangan pelajar tingkat menengah di Aceh Singkil.

Di akhir amanatnya, Aslym membakar semangat para peserta upacara dengan memandu yel-yel berbahasa Inggris yang diikuti secara serentak oleh seluruh siswa:

"I can't lose. Why? Because I have faith, courage, and enthusiasm."

Adapun arti dari yel-yel tersebut adalah: "Aku tidak akan sesat. Kenapa? Karena saya punya keyakinan (agama), keberanian, dan semangat."(Tim)

Kalimashada.com