Kalimashada.com

CIREBON, Di balik lambatnya penanganan kasus dugaan kekerasan anak di Polresta Cirebon, ada kisah pilu seorang ayah yang harus menghabiskan tabungannya untuk menyelamatkan anaknya.

Popo Hartopo tak kuasa menahan sedih saat menceritakan kondisi anaknya yang menjadi korban dugaan penganiayaan. Anaknya sempat tak sadarkan diri dan harus menjalani perawatan intensif di ICU selama lima hari.

"Anak saya masuk ICU 5 hari karena tidak sadarkan diri. Atas saran dokter dilakukan operasi karena ada luka di kepala. Ada benturan hebat dan penggumpalan darah di otak," ungkap Popo, Selasa (20/10/2026).

Tak hanya luka di kepala, tulang dada korban juga retak. Dokter menyarankan operasi pemasangan pen, namun Popo terpaksa menundanya.

"Biaya semua mandiri. Saya sudah tidak ada uang untuk operasi tulang dada. Uang saya sudah habis untuk operasi kepala anak saya," ujarnya lirih.

Ironisnya, perjuangan medis itu belum diimbangi dengan kepastian hukum. Laporan yang ia buat sejak 10 Juni 2026 di Polsek Gempol dengan nomor LP/B/10/VI/2026/SPKT/Polsek Gempol/Polresta Cirebon/Polda Jabar, hingga kini belum ada tersangka.

Popo mengaku pasrah. Jika hukum manusia lamban, ia hanya bisa bersandar pada hukum Tuhan.

"Kami sudah lelah menanti keadilan," katanya.

Kasus ini kini dalam penanganan Unit Reskrim Jatanras Polresta Cirebon. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum ditetapkannya tersangka. (Eka)

Kalimashada.com
TopikCirebon