Kalimashada.com

ACEH SINGKIL — Momen peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi pijakan bagi Rumah Millenial untuk menggalang pemikiran kritis generasi muda dalam melihat arah pembangunan daerah. Lembaga ini menggelar diskusi publik bertajuk “Ruang Gagasan Pemuda: Meneropong Kepemimpinan Muda Aceh Singkil, Membaca Realitas, Menguji Gagasan, Merumuskan Perubahan” di salah satu kafe kawasan Desa Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (28/10/2026).

Diskusi yang diinisiasi oleh Abdul Brutu bersama jajaran pengurus Rumah Milenial tersebut hadir sebagai wadah dialog interaktif guna menguliti berbagai isu strategis daerah sekaligus membedah peran kepemimpinan muda ke depan.
Inisiator kegiatan, Abdul Brutu, menyampaikan bahwa forum ini sengaja dirancang tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda guna memantik keterlibatan aktif pemuda dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Aceh Singkil.
Acara tersebut menghadirkan jajaran tokoh lintas sektor mulai dari unsur legislatif, pimpinan partai politik, penyelenggara pemilu, pejabat pemerintah, pegiat budaya, hingga aktivis mahasiswa.
Hadir sebagai pembicara dan peserta aktif antara lain dr. Desra Novianto (Anggota DPRK Aceh Singkil sekaligus Ketua Fraksi NasDem), Fairuz Akhyar, S.E., M.I.Kom. (Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Singkil), Darto Sagala, S.Sos., dr. Al-Hilal (Ketua DPD PAN Aceh Singkil), Ismail Angkat, S.Hi., M.IP. (Komisioner Bawaslu Aceh Singkil), serta Wanhar Lingga, S.Pd. (pegiat budaya).
Tak hanya itu, diskusi juga menghadirkan Wali Kota Subulussalam yang juga Pendiri Pondok Pesantren Darur Rasyid Silatong, Haji Rasyid Bancin (HRB), yang bertindak sebagai keynote speaker.
Sepanjang forum berlangsung, para peserta membedah beragam persoalan krusial yang tengah dihadapi daerah, mencakup sektor ekonomi, pendidikan, sosial, kesehatan, hingga tantangan infrastruktur pembangunan di Aceh Singkil.
Melalui dialog silang pandang dan berbagi pengalaman ini, peserta diajak melihat tantangan daerah secara kritis serta merumuskan rekomendasi solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Forum ini dirancang bukan sekadar ajang bertukar pendapat, melainkan ruang bagi anak muda untuk membaca persoalan secara objektif, menguji gagasan, dan menawarkan alternatif solusi nyata bagi kemajuan daerah," ujar Abdul Berutu di sela-sela kegiatan.
Guna mencairkan suasana, kegiatan juga diisi dengan penampilan musik akustik dari Ogek NAM, Rafliansyah Canang, dan Nafi. Suasana santai berbalut tradisi ngopi bersama menjadi bagian dari konsep Rumah Milenial untuk menciptakan ruang perjumpaan yang inklusif dan terbuka bagi seluruh kalangan pemuda.
Melalui agenda ini, Rumah Milenial berharap momentum Sumpah Pemuda dapat menegaskan kembali bahwa keberlanjutan pembangunan Aceh Singkil tak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan keberanian, daya kritis, dan kontribusi nyata dari generasi muda.
(Maksum)



