Kalimashada.com

Inilah tulisan yang ingin membuat kedua belah pihak baik pecinta Iran dan Arab Saudi agar masalah geopolitik dibaca pakai hati bukan pakai emosi.

Ada yang terlihat sangat garang melihat delegasi Arab Saudi di Teheran kemarin. Katanya, telunjuk mereka menunjuk, wajah mereka tegang, bahkan Iran dibuat keteteran.

Lalu muncul pembelaan lain, mereka ke Teheran bukan untuk berdamai, tetapi untuk mengancam Iran agar tidak lagi mengganggu Arab Saudi, membom pangkalan militer atau gudang minyak.

Waduh, diplomasi kok diterjemahkan menjadi ancam-mengancam?

Inilah yang lucu dari sebagian pengamat dadakan Timur Tenagh yang cinta mati kepada Arab Saudi. Kemarin Iran dicap Syiah, laknatullah, bahkan dianggap mustahil menjadi mitra diplomasi Arab Saudi.

Sekarang ketika kedua pihak membuka komunikasi, narasinya diputar agar tetap sesuai dengan keyakinan politik masing-masing.

Padahal, diplomasi Timur Tengah bukan panggung untuk menentukan siapa paling suci atau paling hina. Setiap negara punya kepentingan, keamanan, dan kedaulatan yang harus dijaga.

Iran punya sejarah panjang menghadapi tekanan dan embargo. Arab Saudi juga punya kepentingan besar menjaga stabilitas kawasan baik dari Iran maupn dari Houti saat ini.

Saya tidak sedang membela Iran, apalagi menjadi pembela Arab Saudi. Saya hanya ingin mengatakan, sudahlah, jangan jadikan kebencian sebagai kacamata membaca dunia.

Kalau mereka memilih duduk satu meja untuk mencegah perang, mengapa kita justru sibuk mencari alasan untuk membenci, menghina bahkan cap kafir kepada yang berbeda pandangan?

Dunia sudah terlalu gaduh. Jangan sampai kita ikut memperkeruhnya hanya karena fanatisme politik yang gak pakai hati dan ilmu.

Ingat ini, damai itu bukan tanda kalah. Kadang, justru itulah bentuk keberanian terbesar.

#iran #arabsaudi #timurtengah #viral #fyp

Kalimashada.com
TopikPolitik